Senin, 20 April 2009

Bedah Bisnis

Bukhari Usman
Kembangkan Usaha Bermodal Kejujuran

Keberhasilan membangun sebuah perusahaan serta mengembangkannya menjadi sebuah industri yang mampu bersaing, telah lama menjadi impian Bukhari Usman. Melalui PT Tachimita Hoka Utama yang bergerak di bidang pengadaan mesin High pressure dan washer ia telah berhasil mewujudkan sebagian mimpinya. Bagaimana Perusahaan itu dapat berkembang, apa yang menjadi faktor utamanya?

Tahun 2000 memang telah menjadi era bagi para pengusaha untuk bangkit dari keterpurukan setelah mengalami krisis moneter yang berkepanjangan, tidak hanya di Indonesia negara-negara lainpun mengalami masa krisis tersebut. Bangkitnya perekonomian Indonesia ternyata ditanggapi positif oleh para pelaku usaha dan pemilik modal. Salah satunya PT Tachimita Hoka Utama yang dirintis oleh Bukhari Usman. Walaupun perusahaan ini tidak secara langsung berpengaruh dengan faktor itu, berdirinya perusahaan tersebut pada 27 Mei 2000 memang bertepatan dengan tren perbaikan ekonomi.
Bermodalkan uang pinjaman dari seorang teman, Bukhari membangun PT Tachimita Hoka Utama dengan modal kejujuran serta ilmu yang dipelajari saat kuliah dan pengalaman kerja. Kendati sempat jatuh bangun, kini usahanya terus memperlihatkan kesuksesan. Jejak kesuksesan Bukhari mulai terlihat sekitar bulan Maret 2000 terutama saat lolosnya proposal order sebagai pemasok kebutuhan bahan kimia yang diajukan oleh Bukhari kepada PT Trakindo sebesar Rp 8,85 juta. Namun, anggaran tersebut masih dinilai kurang sebagai modal.
Entah dari mana ide yang didapat oleh Bukhari sampai terfikir Fauzi Iskak, Direktur Bandung Prima ditunjuk untuk membantu dirinya menambah kekurangan modal tersebut. Menariknya, Fauzi bukan saudara ataupun seorang teman, dia hanya sosok pengusaha yang baru saja dikenal. Tapi itu bukan kendala bagi kebulatan tekadnya. Dengan mengunakan angkot, Bukhari akhirnya dapat menemui Fauzi Iskak. Ternyata perjuangan Bukhari tidak sia-sia, walau baru sekali bertemu, Fauzi merasa melihat sosok lulusan Fakultas Teknik Mesin Universitas Syah Kuala ini penuh dengan motivasi dan jujur. Uang senilai Rp20 juta pun diperoleh Bukhari dengan penuh keluguan.
Nasib baik terus memayungi Bukhari. Belum sempat uang cair, lagi-lagi dirinya mendapat sebuah order. Ia pun membutuhkan modal tambahan sekitar Rp80 juta supaya mampu menjalankan order, Fauzi Iskak pun menyanggupinya. Penilaian bos BeKaos melihat sebuah motivasi tinggi dan kejujuran di dalam diri Bukhari tidak salah. Terbukti ia dapat mengembalikan pinjaman tersebut. Pada Mei 2000 ia mendapat order lagi dan butuh modal Rp90 juta. Kembali Fauzi Iskak membantunya.
Sebagai seorang pengusaha dan sahabat, Fauzi memberikan wejangan kepada Bukhari supaya membuat perusahaan atas nama sendiri agar produksinya dapat lebih maju dan berkembang, apalagi order sudah mulai banyak berdatangan. “Akhirnya saya mendirikan usaha dengan bendera sendiri, karena selama ini saya menggunakan bendera orang lain,” imbuh satu-satunya anak laki-laki dari pasangan Usman-Maryam ini. Pada 27 Mei 2000 Bukhari mendirikan PT dengan nama Tachimita Hoka Utama. Tachimita Hoka diambil dari bahasa Aceh yang berarti coba cari ke mana. “Nama itu mengingatkan saya sewaktu belum mempunyai modal,” kenang pria asli Aceh ini yang pernah menjual nasi bungkus di kampusnya.
Meski sudah berjalan dengan perusahaan sendiri dan order mulai berdatangan, Bukhari belum juga memiliki fasilitas penunjang kerja, seperti fax dan komputer. Akhirnya wartel tetangganya ditunjuk untuk menerima fax order dari klien. Tetapi itu hanya berjalan sebentar saja. Agar bisa meningkatkan pertumbuhan usahanya secara siginifikan, ia pun mulai mencari talangan dana untuk membeli komputer dan mesin fax. Setelah enam bulan memiliki komputer dan fax, usahanya terus berkembang pesat. Bukhari mengontrak sebuah rumah di dekat pemakaman umum. Baru seminggu pindah kantor, Bukhari sudah berhasil membeli mobil Kijang. Satu tahun sesudah itu berhasil membeli rumah di Kompleks Merpati, seluas 365 M2, waktu itu seharga Rp 200 juta. Tiga bulan kemudian ia berhasil membeli ruko senilai Rp 350 juta di Jalan Peta Selatan dan kini menjadi kantornya. Namun, karena uangnya kurang, separuhya ditalangi bank.
Perjalanan PT Tachimita Hoka Utama menjadi pemosok untuk perusahaan Mining kian hari kian menanjak, apalagi setelah mendapatkan kepercayaan dari pengusaha Italia yang merupakan pemilik Idrobase, sebuah perusahaan mesin-mesin cleaning, seperti High pressure dan vacum cleaner. Beberapa produk yang dipasok antara lain: HP Washer (cold, hot nebulizers), Power Equipment (gas pressure washer, hot water towers), dan Specialty equipment (flat surface clearners, telescoping wands).
Awalnya usaha PT Tachimita Hoka Utama fokus pada Chemical for Industry, seperti Super Degreaser, Floor Cleaner, Paint Remover. Setelah 2 tahun berjalan mulai membuka divisi baru yaitu devisi plastik. Kini beberapa Hotel bintang lima mengorder plastik darinya. Peluang keuntungan semakin terlihat dengan melihat banyaknya perusahaan pertambangan yang membutuhkan plastik untuk melakukan Blasting.
Tidak hanya perusahaan Idrobase saja yang menaruh kepercayaan kepada PT Tachimita Hoka Utama untuk menjadi agen di Indonesia. Perusahaan B.E yang berpabrik di Kanada asal Amerika pun menjadi pemasok juga. “Saya tidak tahu kenapa perusahaan Idrobase dan B.E mempercayai saya, mungkin mereka melihat antusiasme dan motivasi saya yang tinggi. Padahal perusahaan saya tidak besar.” ujar pria yang datang ke Jakarta bermodal sisa uang Rp3 ribu dari tanah kelahiran Aceh, saat berbincang dengan People and Bussiness di kantornya pertengahan Juli kemarin.
Kunci keberhasilan Bukhari selama ini adalah kejujuran kepada klien. Setiap produk yang ditawarkan kepada klien selalu dijelaskan secara mendetail terutama informasi-informasi mengenai kelebihan dan kelemahan produk, agar tidak mengecewakan klien. Prinsip modal kejujuran dan memberikan kepuasan kepada suplier atau konsumen diajarkan pula kepada 10 karyawannya, sebagai kunci kesuksesan perusahaan. Dengan mengutamakan kepercayaan, para pelanggan dapat memesan barang darinya tanpa perlu datang langsung ke kantornya. Biasanya para konsumen dalam melakukan semua transaksi berdasarkan atas saling percaya. selama ini penjualan lebih banyak ke daerah Irian Jaya dan Kalimantan, sementara penjualan di daerah Aceh tidak terlalu signifikan.
Selama tujuh tahun belakangan ini, omzet yang telah diraih perusahaan Bukhari Usman cukup bervariatif sekitar Rp800 juta per bulan, profi sekitar 20% sampai dengan 30%. “Berbicara omzet kami relatif dan bervariatif, yah kadang naik kadang turun.” tambah pria yang telah kehilangan sanak saudaranya di Aceh akibat tsunami ini.
Sekarang ini yang menjadi obsesi Bukhari Usman adalah mengembangkan distributor untuk menjual mesin high pressure dan washer ke seluruh daerah di Indonesia, menambah jumlah cabang yang sudah ada seperti di Aceh dan Balikpapan. Daerah yang sudah dipastikan yaitu di Pontianak. Selain itu, ia menginginkan PT Tachimita Hoka Utama dapat bersaing secara sehat dengan para kompetitornya. (Firardi)











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar